Dalam keadaan normal, sel diatur oleh protoonkogen yang menghasilkan produk-produk yang memegang peran penting dalam berbagai aspek proliferasi atau pertumbuhan dan differensiasi sel. Tetapi, pertumbuhan sel juga dikendalikan secara ketat atau dihambat oleh antionkogen (gen supresor), termasuk oleh mekanisme kematian sel terprogram atau apoptosis dengan tujuan menyingkirkan sel-sel yang tidak dikehendaki.

penyakit kanker

Dengan adanya mekanisme kontrol pertumbuhan ini, sel-sel normal memiliki stabilitas genetik yang sangat tinggi. Tetapi, kecepatan proliterasi atau pentumbuhan sel umumnya tidak melebihi 10% dari jumlah sel, tergantung pada jenis sel dan jaringannya.

Pertumbuhan sel terjadi dengan cara mitosis atau pembelahan/pembiakan sel. Semua bagian sel mulai dan selaput sel hingga inti sel ikut berperan pada proses pembelahan sel. Namun gen di dalam DNA adalah faktor yang paling berperan dalam menimbulkan mitosis dan proliferasi sel. Gen pengatur dan gen pengendali mengatur keseimbangan pertumbuhan dan penghambat sel. Sehingga sel-selnya di dalam tubuh akan tumbuh sesuai kendali pertumbuhan normal.

Sel kanker sebenarnya timbul dan sel normal tubuh yang mengalami transformasi atau perubahan menjadi ganas oleh karsinogen, kemudian termutasi secara spontan. Karsinogen adalah segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker. Sedangkan proses pembentukan tumor ganas atau kanker disebut karsinogenesis.

penyakit kanker

Karsinogenesis merupakan proses yang berjalan dalam berbagai tahap atau proses multistep. Karsinogenesis menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya adalah gen. sangat sering lebih dari satu karsinogen diperlukan untuk terjadinya perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Dari adanya kontak dengan karsinogen sampai timbulnya sel kanker memerlukan waktu induksi yang cukup lama. Terdapat masa laten yang tidak menunjukkan gejala klinis sebelum menjadi progresif, terjadi invasi ke jaringan sekitarnya dan menyebar ke tempat yang jauh.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Terapi biologi menggunakan sistem imun tubuh untuk memerangi kanker. Sistem imun bekerja melindungi dan mernpertahankan tubuh terhadap penyerang luar, seperti bakteri dan virus

Para dokter dan peneliti telah menemukan bahwa sistem imun juga dapat menentukan dan membedakan antara sel sehat dan sel kanker dalam tubuh serta menghanguskan sel kanker itu.

Sistem imun memiliki jenis-jenis yang berbeda pada sel darah putih. Setiap jenis juga memiliki cara yang berbeda dalam melawan sel asing atau sel-sel yang sakit, termasuk kanker. Semua jenis sel darah putih limfosit (lymphocyte) dan monosit (monocyte) mengikuti sirkulasi darah pada setiap bagian di seluruh tubuh, melengkapi perlindungan dari kanker dan penyakit-penyakit lain.

Lymphocyte antara lain sel B, sel T dan sel natural killer (NK cells). Sel-sel B memproduksi antibodi yang menyerang sel-sel lain. Sementara sel-sel T secara langsung menyerang sel-sel kanker dan memberi sinyal pada sel-sel pada sistem imun yang lain untuk mempertahankan tubuh.

Sedangkan sel NK memproduksi zat kimia yang menghancurkan dan membunuh sel asing di dalam tubuh. Sedangkan monocyte merupakan sel darah putih yang menelan dan memakan partikel-partikel asing.

penyakit kanker

Usia Potensial Berisiko Terkena Kanker
Semua orang dapat terserang penyakit ini, tidak peduli kaya atau iniskin, kulit putih atau hitam, gernuk atau kurus, laki-laki atau perempuan. Tetapi, umumnya kanker lebih banyak menyerang orang berusia lanjut, yaitu antara usia 45-64 tahun, kecuali leukimia (kanker darah).

Telah terbukti bahwa adanya riwayat keluarga penderita kanker, seperti kanker payudara, usus besar dan kandungan, maka keturunannya memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker tersebut.

Kini, pemicu munculnya kanker tak hanya faktor keturunan. Lingkungan dan gaya hidup yang disebut modern, ditambah dengan industrilisasi dan banyaknya makanan yang telah diproses terlebih dahulu, serta banyak sekali ditemukan zat-zat ataupun benda-benda bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker

Contohnya: radiasi sinar X dan sinar ultraviolet dari matahari; zat-zat pengawet dan zat-zat pewarna; bahan-bahan kimia dari industri, seperti amin aromatik, asbes, ter (carbon hitam); asap hitam, alkohol dan obat-obatan. Begitu juga infeksi oleh virus dapat menyebabkan terjadinya kanker, seperti: virus hepatitis B dan C (kanker hati), virus Papiloma (kanker leher rahim), virus Elipstein Barr (kanker nasofaring), virus Sarcoma, virus AIDS, dan lain-lain.

Incoming search terms: