Stress atau tekanan psikis berlebih sejak lama diyakini sebagai faktor penghambat reproduksi. Keyakinan ini diperkuat oleh hasil penelitian Eunice Kennedy Shriver dari National Institute of Child Health and Human Development, yang meneliti sebanyak 270 pasangan yang berumur 18 hingga 40 tahun. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk menganalisa sejauh mana peluang setiap pasangan untuk mendapatkan kehamilan.


Cara yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menganalisa sampel air liur (saliva) dari setiap pasangan, sebagai petujuk untuk melihat tingkat kesuburan setiap pasangan. Hasilnya, ditemukan pasangan yang sulit hamil mempunyai kadar enzim alpha-amylase yang tinggi dalam air liurnya. Tingginya kadar enzim alpha-amylase ini adalah petunjuk bahwa seseorang berada sedang dalam tekanan atau stress.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa stress atau keadaan tertekan akan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan mendapatkan kehamilan. Untuk itu, jika Anda ingin cepat hamil, maka hindarilah stress, serta lepaskan diri dari tekanan.

Selain itu, hubungan erat lainnya dari stress dan peluang kehamilan adalah, bahwa tingkat stress yang tinggi dapat membuat seorang wanita lebih rentan mengalami keputihan. Keputihan yang terus berlanjut dan tidak mendapat penanganan yang baik biasanya akan mendatangkan bakteri, yang apabila terus menyebar hingga bagian tuba falopi, akan dapat menyebabkan infeksi yang berakibat menurunnya kemampuan reproduksi.

Untuk itu, menghindari stress dan tekanan yang berat akan membantu Anda agar bisa hamil dan memiliki keturunan.

Dapatkan Informasi Lengkap Bagaimana Cara Cepat Hamil Disini



Dapatkan Informasi Lengkap Bagaimana Cara Cepat Hamil Disini