Diagnosis dan penanganan stroke biasanya ditegakkan berdasarkan penjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik pendenita stroke. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebro vascular Disease/C VD), yaitu Computed To-mography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

penyakit stroke

Pepatah bijak mengatakan, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, untuk mencegah terjadinya stroke, ada baiknya Anda memperhatikan hal berikut.

Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini, terutama menyangkut pola makan maupun gaya hidup (life style).

Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko stroke secara optimal harus dijalankan.

Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala.

Keempat, sebaiknya Anda harus mengenali tanda-tanda dini stroke, baik informasi melalui media cetak, elektronik, buku kesehatan, maupun dari keterangan tenaga medis.

Kelima, mengurangi rokok, berolahraga secara teratur, menjauhkan diri dari minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.